hilltopads
  1. Halo Guest, pastikan Anda selalu menaati peraturan forum sebelum mengirimkan post atau thread baru.

[Blogger Mohon Dijawab] Perlukah Izin Pemilik Situs untuk Rewrite Konten?

Discussion in 'Chit Chat' started by sansansan, Aug 9, 2015.

  1. sansansan

    sansansan Full Time Blogger

    Joined:
    Dec 24, 2013
    Messages:
    592
    Likes Received:
    129
    Location:
    Hati yang Terdalam
    Assalamu'alaikum Wr Wb

    Untuk mnjalankan etika di dunia blogger & ingin mnghasilkan uang dari blog dgn status uang yg halal mnurut Agama. Saya butuh sarannya buat para blogger & semua yg ada di forum ini. Dlm thread ini saya akan mngulas & brtanya mngenai rewrite konten situs lain utk dijadikan artikel di website kita.

    ## ULASAN:

    Rewrite mrupakan hal yg biasa dilakukan oleh kebanyakan penulis, dlm dunia jurnalistik istilah rewrite ini lebih dikenal dgn sebutan parafrase.

    Parafrase secara istilah adl teknik penulisan kembali suatu gagasan (termasuk artikel) dgan gaya bahasa sendiri. Parafrase atau sering dikenal Rewrite ini tidak dikatakan sebagai plagiat apabila mencantumkan sumbernya dg jelas & tidak mengklaim bila karya trsebut adalah miliknya.

    Jika kita lihat dalam Pasal 44 ayat 1 pada UU NO 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA menyatakan:



    ## REALITA

    Di era kmajuan digital yg smakin canggih, khususnya dlm media online. Banyak skali - atau bhkan hampir sluruh situs informasi di Indonesia --- saya tmukan situs2 yg isi artkelnya mrupakan hasil parafrase / rewrite konten situs lain.

    Meski dmikian, banyak yg tidak mencantumkan sumber dlm penulisan. Ya, memang bukan copy paste. Akan tetapi seolah mengklaim bahwa itu adl hasil pmikiran penulis.

    Entah itu tak sengaja atau sngaja, hal ini kerap terjadi. Dimana seorang menulis di blognya secara rewrite tapi tak mencantumkan sumber. Bila memang tak sengaja atau memang tak tahu, mungkin masih bisa dimaklumi & sebaiknya pncantuman sumber ini dperlukan di waktu slanjutnya guna mnghargai penulis originalnya. Nah, apabila sengaja tdk mencantumkan sumber pdahal udah tau hukumnya, mungkin ini yg bisa dikatakan plagiat sejati.

    ## PERMASALAHAN

    Dlam urusan hukum hak cipta, dikenal istilah FAIR USE atau penggunaan wajar. Doktrin Fair Use atau Fair Dealing ini dgunakan di Amerika. Kurang lebih yang saya tangkap artinya adl seorang penulis diperbolehkan mengutip "beberapa kalimat" dari karya orang lain TANPA IZIN PENULIS ASLINYA asalkan mncantumkan sumbernya dengan jelas.

    Inilah yg saya bingung, apa maksudnya dari "beberapa kalimat" itu. Apakah kalau satu halaman apa harus tetap membutuhkan IZIN LANGSUNG?

    Kmudian kalau kembali melihat ke Pasal 9 dlm UU No 28 th 2014 ttg hak cipta, dsebutkan:



    Mengingat saya yakin dlm hal apapun, trutama karya ilmiah. Pengutipan / parafrase ini sangat dperlukan buat mendukung karyanya. Bahkan kalau tdak ada sumber referensi, karya ilmiah kadang malah dsebut sbg omong kosong karna tanpa bukti yg kuat. Bayangkan saja kalo ada karya ilmiah mngatakan bahwa ada bakteri di bulan, smentara tidak ada referensi ilmunya. Pasti akan dianggap aneh.

    Bhkan seorang guru yg mengajarkan kpada muridnya, saya yakin si guru itu jg tidak perlu meminta izin kpd penemu teorinya langsung. Bayangkan saja kalo seorang guru ditanya oleh muridnya ttg suatu ilmu dari seorang profesor, apakah dia akan meminta izin terlebih dahulu kepada Profesor di Amerika sebelum menjawab pertanyaan muridnya?

    Kemudian situs2 besar seperti Kompas, Liputan6 dll jg sering melakukan rewrite dari situs luar negeri. Mereka mncantumkan sumbernya, tapi saya yakin mereka tk mungkin kalo harus meminta izin dulu, karna artikelnya jg banyak sekali.

    Dtambah lagi, kadang meskipun kita udah minta izin dari admin pemilik blog asli, malah tak ada respon. Ini yg malah lebih sering.


    Intinya dari pengetahuan & pemahaman saya yg terbatas ini, saya bingung trhadap satu hal, yakni APAKAH PERLU TIDAKNYA IZIN DALAM PENGUTIPAN / MELAKUKAN PARAFRASE KONTEN DARI INTERNET.

    Karena saya yakin, kalo dalam penulisan setiap artikel yang membutuhkan referensi, sangat ribet jika meminta izin terlebih dahulu. Mengingat dlm suatu project blog, seperti blog authority, kadang membutuhkan ribuan artikel. Bisa rumit kalo harus meminta izin ke semua pemilik web asli.

    ## MENURUT SAYA

    Dlam beberapa platform blog, ada fitur trackback dimana tujuannya adl memberi tahukan / meminta izin kpd pemilik situs bahwa kita mengkutip artikel mreka. Tapi fitur ini sering ditandai sbg spam, sehingga mungkin kurang efektif utk meminta izin.

    Berdasarkan analisa saya, mencantumkan sumber itu udah cukup, dan tdk membutuhkan izin dari penulis aslinya. Ini utk menghargai orang lain dan saya rasa tdk merugikannya, toh bukan copas & tidak mengklaim ilmunya. Ini jg merupakan trackback scara tak langsung pd penulis konten asli.

    ## PERTANYAAN:

    Meskipun saya udah berpendapat, saya tetap mmbutuhkan saran dri Anda semuanya utk mnjalankan etika dlm dunia penulisan artikel di internet. Jadi, mohon dijawab ya, jangan cuma dibaca saja thread ini. hehe

    Mohon dijawab ya gan, kalo ada kesalahan atau sulit dipahami mohon maaf. Ditunggu respon dari pengguna forum ini!

    Wassalamu'alaikum Wr Wb.
     
  2. belonomi

    belonomi Ads.id Pro

    Joined:
    Mar 23, 2015
    Messages:
    338
    Likes Received:
    30
    Location:
    Pemalang
    Kalo ane boleh berpendapat, rewrite itu enggak melanggar hak cipta gan, asalkan tetap mencantumkan sumbernya dan tidak meng-klaim bahwa tulisan tersebut adalah hasil ide, karangan, buah karya, atau hasil penelitian dari si rewriter tersebut. Mungkin kasusnya kalo di dunia merk dagang itu kayak Samsung dan iphone (CMIIW), toh pengadilan amerika juga akhirnya membebaskan samsung dari segala tuntutan yang dituduhkan oleh pihak Appel. dan juga beberapa produk buatan Cina yang mirip dengan produk-produk buatan brand terkenal. Walaupun sepintas terlihat sama baik dari segi ide, konsep, maupun bentuk, tapi tetep ada pembeda dari suatu sisi.

    itu kalo menurut pendapat ane gan, dan juga sesuai dengan Undang-undang tentang hak cipta yang ente jabarin di atas.
    Kalo soal ikhlas dan tidak ikhlas itu ukurannya susah gan, ane sih kalo memang ada yang rewrite artikel murni karangan ane, enggak apa-apa ikhlasin aja. Karena ketika seseorang mempublikasikan suatu informasi melalui internet dan dapat dibaca dengan bebas serta gratis oleh publik, maka dia juga harus menyadari risiko dan konsekuensi darinya. Kecuali kalo memang dia menjualnya lewat buku, atau ebook berbayar. Itu yang kita juga harus menyadari posisi si subjek, bagaimana kalo kita ada dalam posisinya dia, menjual sebuah buku atau ebook lalu ada orang yang menjabarkannya secara gratis atau menjualnya kembali lewat internet. otomatis itu akan mengurangi pendapatan si penjual buku dan mengurangi rezekinya, trus kalo berakibat pada kehidupan ekonomi si pengarang bahkan nasib keluarganya, nah itu coba kita bayangkan sendiri bagaimana rasanya.

    oya, satu hal lagi gan, ane muslim gan, soal halal dan haram kita jangan sembarangan berpendapat, "Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan" (HR Bukhari dan Muslim).

    Dari hadist di atas diterangkan bahwa yang haram itu sudah jelas dan ada dalam Al-quran, segala sesuatu yang tidak dijelaskan dalam Al-quran bahwa itu Haram, maka termasuk golongan yang Halal, kecuali ada hadist yang menerangkannya bahwa sesuatu itu haram, atau ada kesepakatan dari para ulama bahwa itu adalah haram.
     
    Last edited: Aug 9, 2015
  3. sansansan

    sansansan Full Time Blogger

    Joined:
    Dec 24, 2013
    Messages:
    592
    Likes Received:
    129
    Location:
    Hati yang Terdalam
    Intinya izin tidak harus diperlukan kan gan? Karena kalau izin pasti akan ribet.

    Lagian kalau menurut saya, kalau ada orang yang nulis di internet kemudian tulisan tersebut direwrite orang lain - tapi tetap mencantumkan sumber tanpa mengklaim -, jikalau seorang penulis originalnya itu tidak ikhlas, maka saya rasa juga tidak salah yang merewrite.

    Kalau sampe ada yg tidak ikhlas, maka itu salahnya sendiri. Kalau nggak mau direwrite, ya jangan dipublikasikan lewat blognya. Bahkan secara agama islam pun, menuntut ilmu itu diwajibkan dan mengajarkan ilmu malah dianjurkan. Terus bagi yang menyembunyikan ilmu, malah dilarang.

    Makasih gan sarannya, jadi intinya menurut agan, izin tidak harus diperlukan kan dalam merewrite asalkan tetap mencantumkan sumbernya dan tidak meng-klaim bahwa tulisan tersebut adalah hasil ide, karangan, buah karya, atau hasil penelitian dari si rewriter tersebut?

    Oh ya, meskipun di quran dan hadist tidak secara jelas diterangkan, ternyata hak cipta juga ada fatwanya yakni

    Sebagai tambahan saya kutip disini => http://ads.id/forums/showthread.php...us-untuk-Rewrite-Konten?p=2801170#post2801170
     
    Last edited: Aug 9, 2015
  4. yohan12

    yohan12 Ads.id Fan

    Joined:
    Mar 5, 2012
    Messages:
    151
    Likes Received:
    7
    Location:
    Jgj
    ane skrg jg udah mulai menghargai orang lain. kadang ane suka nyertain sumber entah itu kopas(biasanya gambar) atau rewrite artikel. nah yg ane tanyain apakah perlu sumbernya kita live link atau cm text biasa?
     
  5. sansansan

    sansansan Full Time Blogger

    Joined:
    Dec 24, 2013
    Messages:
    592
    Likes Received:
    129
    Location:
    Hati yang Terdalam
    Terserah ente gan, kalau mau lebih menghargai boleh pake live link. Hal ini juga dilakukan oleh situs semacam wikipedia.

    Tapi tadi ane nanya, ente kok malah balik nanya. Menurut Anda apakah rewrite ini membutuhkan izin dahulu? Menginat kalau izin terlebih dahulu, itu akan cukup ribet seperti paparan diatas.
     
  6. sansansan

    sansansan Full Time Blogger

    Joined:
    Dec 24, 2013
    Messages:
    592
    Likes Received:
    129
    Location:
    Hati yang Terdalam
    Sebagai tambahan mengenai Hak Cipta dalam prespektif islam, dikutip dari mykhilafah.com, (saya kutip di kolom reply karena kalo diatas sudah melebihi 10000 karakter)

     
  7. Gianbizz

    Gianbizz Hero

    Joined:
    Jun 26, 2012
    Messages:
    640
    Likes Received:
    79
    1. Klo menurut ane nih yg awam dgn masalah hukum, rewrite itu sebenarnya sudah trmasuk menjiplak. Knp ane pikir bgtu? Kalo ibarat agan beli HP Samsung, trus agan ganti casing nya dgn merek lain, isinya tetep samsung, kalo agan jual dgn mengatasnamakan merek baru tsb ya udh jelas mlanggar. Sama hal nya dengan artikel, inti dari isi artikelnya khan tetap sama, berarti ya harus izin dlu klo rewrite.

    Kalo artikel asal dijadiin sgb sumber referensi aja, itu sah mnurut ane. Wikipedia aja khan biasanya mencantumkan beberapa sumber referensi di bwh artikelnya, tpi artikelnya ga rewrite.
    Sumber referensi itu bukan berarti rewrite gan, sumber referensi itu rujukan utk memperkuat keakuratan informasi dari sebagian artikel kita.

    2. Kalo rewrite biarpun mencantumkan nama/web/url ane, ya klo cuma 5 dari 50 artikel ikhlas lah, tpi klo kbnykan mpe minimal 25 artikel,,, gua siram juga tuh orang pke dedek kopi wkkkkk
    Tapi klo hanya sebagai sumber referensi, ya gpp lah. Justru bagus itu berarti ada penulis yg percaya tulisan kita sebagai sumber terpercaya, khan jdi ningkatin popularitas kita hehehe

    3. Ga halal klo ga izin gan, khan sprti ane bilang diatas rewrite itu ga beda ama jiplak (plagiat dgn kamuflase)
    Mengutip dari jawaban agan belonomi (nah ini disebut Sumber Referensi gan hehe)
    Para ulama di indonesia khan tergabung dlm MUI, dan biasanya MUI dlm menentukan sesuatu haram atau halal, klo ga ada di al-quran atau hadis, biasanya relevan dgn hukum dan undang2 negara. Jadi klo Hukum Negara kita bilang ga boleh, kemungkinan berarti haram.

    Itu pendapat ane gan, mohon maaf ini hanya pandangan ane aja. Ane bukan ahli hukum ataupun ahli agama, hanya ahli berpendapat aja sesuai apa yg ada di otak ane hehehe
     
  8. sansansan

    sansansan Full Time Blogger

    Joined:
    Dec 24, 2013
    Messages:
    592
    Likes Received:
    129
    Location:
    Hati yang Terdalam
    akan tetapi, rewrite atau parafrase itu tidak termasuk plagiat loh asal mencantumkan sumber, UU Hak Cipta di Indonesia juga sudah ane cantumin diatas.

    Jadi pada intinya, agan menyarankan agar menulis artikel dengan karya sendiri, boleh mengutip tapi tidak seluruhnnya, serta kalau rewrite mutlak tetap membutuhkan izin begitu ya?

    Masalahnya yang sering sih gan, kadang gak ada respon dari penulis aslinya. Terus gimana dong?
     
  9. Gianbizz

    Gianbizz Hero

    Joined:
    Jun 26, 2012
    Messages:
    640
    Likes Received:
    79
    Klo dari mata hukum ane jg samar2 gan, cuma dri segi kredibilitas agan atau web agan, rewrite kurang bagus walaupun agan lakukan dengan cara yg sah dan legal secara hukum. Coba klo agan nonton film indonesia yg remake dari film luar, walaupun dengan izin dan legal, minimal cap "kurang kreatif" siap menerjang sang produsen and crew hehe...

    Yups, kutipan/referensi justru perlu gan utk mendukung teori/info yg kita bahas dlm artikel memang ada sumbernya (dgn catatan ambil dari sumber yg memang udh pny kredibilitas tinggi). Persis seperti yg agan bilang di thread:
    Saran klo emg agan mw rewrite, izin dlu klo boleh baru rewrite.
    Tapi kalo ga dpt izin atau ga ada respon: cari sumber lain sampai dapet.
    Yg bagus sih bikin karya sendiri kalo agan punya skill menulis.

    Ga punya skill? Gampang, dgn modal dikit bayar jasa penulis (yg berkualitas), agan bayar agan punya hak penuh.
    Itu yg biasa ane lakukan gan klo mw bikin konten bwt blog hehehe...:D
    Ane jg ga jago nulis gan, tpi ya sebisa mungkin jgn maen curang dgn cara nyuri artikel org lain. Sampai saat ini bayar jasa adalah jalan yg ane tempuh gan utk mnjaga keselamatan website2 ane hehehe
     
  10. sansansan

    sansansan Full Time Blogger

    Joined:
    Dec 24, 2013
    Messages:
    592
    Likes Received:
    129
    Location:
    Hati yang Terdalam
    Tapi gan, para jasa penulisan artikel mereka cenderung juga melakukan rewrite dari situs lain. Atau setidaknya tetap mengutip dari situs lain. Misal Anda pesan 3 artikel tentang "cara mengatasi jerawat" "harga samsung galaxy" "tutorial membuat video dari powerpoint", saya yakin mereka para penulis tetap mencari referensi dan melakukan parafrase / rewrite meskipun gak seluruhnya. Apakah mungkin penulis bisa sangat canggih atau dalam artian bisa menguasai semua ilmu dan informasi di dunia ini tanpa mengutip sesuatu?

    Nah yang jadi pertanyaan, - sebenarnya ane juga order jasa penulisan gan, tapi malah setiap ane order gak ada cantuman sumbernya, dan saya yakin mereka juga gak usah nunggu minta izin dulu ketika mengutip / memparafrasekan karya seseorang karena dikejar deadline penulisan, kalau minta izin penulis asli yang jadi malah para buyer artikelnya marah-marah karena gak sabar- Jadi, saya rasa para penulis konten, terutama penulis konten berkategori ilmiah seperti kesehatan dll, tetap membutuhkan referensi dan bisa hampir dipastikan tak akan menunggu izin terlebih dahulu ketika hendak menulis.

    Oh ya satu lagi, agan tau kan di id.wikipedia.org itu kontennya banyak banget? Dan hampir semuanya terdapat referensi dibawahnya.

    Akan tetapi, ketika saya mengunjungi situs ini, ternyata cuma ada beberapa konten saja yang melakukan perizinan pengkutipan / pemanfaatan konten. Agan bisa lihat disini => id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia: Permintaan_izin (hapus spasi)

    Disitu cuma sedikit banget kan yang memohon izin? Mengingat di wikipedia sendiri referensinya malah banyak banget.

    Nah, seperti kata agan tadi bahwa

    maka bisa ditarik kesimpulan, tepatnya saran bagi saya, yakni sebaiknya dalam merewrite itu tidak banyak, dan kalau bisa gunakan sumber referensi yang lebih beragam (banyak situs) jadinya tetap menulis artikel tanpa rewrite mutlak, dan mencantumkan lebih banyak referensi.

    Yang jadi pertanyaan sekarang, kalau kita order jasa penulisan artikel, nah kemudian si penulis tersebut melakukan parafrase / rewrite ditambah tanpa sumber referensi serta tanpa izin? Bukankah ini juga sama artinya dengan membeli artikel yang masuk dalam kategori plagiasi ide?
     
  11. jasa-penulis

    jasa-penulis Newbie

    Joined:
    Aug 9, 2015
    Messages:
    33
    Likes Received:
    0
    Location:
    Jaksel
    Supaya hati tenang, tidak gelisah memikirkan dosa atau nggak, izin dulu aja. Kalau dilihat dari sudut pandang agama memang lain gan sama aturan pemerintah. Kesannya kayak mencuri kalau nggak izin dulu
     
  12. sansansan

    sansansan Full Time Blogger

    Joined:
    Dec 24, 2013
    Messages:
    592
    Likes Received:
    129
    Location:
    Hati yang Terdalam
    Apakah Anda juga melakukannya dalam melakukan jasa penulisan? Yakni izin terlebih dahulu ketika ingin merewrite / melakukan parafrase. Mengingat sumber sangat dibutuhkan.

    Oh ya, kalau kita ingin menulis ulang informasi yang diberikan dari televisi atau radio, apakah kita juga perlu meminta izin dengan menghubungi pihak televisi tersebut?

    Atau kalau kita ingin mengutip kata-kata dari Pak Jokowi, apakah kita juga perlu menghubungi Pak Jokowi dulu, apakah mungkin dia sempat mbalas pesan yg kita kirim ?

    Hmm. Bingung juga deh gan. hehe
     
  13. bisnis

    bisnis Ads.id Starter

    Joined:
    Jul 8, 2015
    Messages:
    87
    Likes Received:
    19
    Kalo kita mendapat pengetahuan dari tulisan yang kita baca, apakah kita tidak berhak untuk membaginya?

    Kalo tulisan biasanya hubungannya dengan plagiarism. Kalo dari yg ane baca, antara hak cipta dan plagiat itu beda, ada lagi yang namanya hak paten.

    CMIIW
     
  14. sansansan

    sansansan Full Time Blogger

    Joined:
    Dec 24, 2013
    Messages:
    592
    Likes Received:
    129
    Location:
    Hati yang Terdalam
    lantas, menurut ente izin untuk membagikan ilmu yg sudah didapat itu perlu nggak?
     
  15. belonomi

    belonomi Ads.id Pro

    Joined:
    Mar 23, 2015
    Messages:
    338
    Likes Received:
    30
    Location:
    Pemalang
    Intinya gan menurut ane pribadi nih ya, izin untuk rewrite itu tidak diperlukan sampai si pencipta konten aslinya (tulisan, rekaman suara, atau video) memang melakukan komplain terhadap tulisannya yang direwrite oleh kita. kalo enggak komplain ya udah lanjutkan gan. Yang penting link sumbernya tetap ditulis. Terkadang kita juga dibingungkan dengan siapa sebenarnya penulis asli dari suatu konten, tidak menutup kemungkinan sumber informasi yang kita dapat pun jangan-jangan hasil rewrite juga. Dan belum tentu laman hasil "rewriter" yang kita jadikan sumber tersebut meminta izin dari penulis aslinya.

    Trus kalo dari segi Agama sih, kembali ke diri kita masing-masing aja. kalo ente masih ragu-ragu ya sementara jangan melakukan rewrite atau parafrase, sampai ente bener2 yakin salah dan benarnya.
     
  16. sansansan

    sansansan Full Time Blogger

    Joined:
    Dec 24, 2013
    Messages:
    592
    Likes Received:
    129
    Location:
    Hati yang Terdalam
    sejujurnya sih gan kalau urusan hukum hak cipta, ane gak terlalu peduliin, lagipula hal ini masih lumrah, daripada diluaran sana banyak yg copas mentah2. cuman yg paling penting bagi ane adalah soal hukum agama ini, terlebih ini juga untuk urusan rezeki, jadi prinsip ane adalah brusaha memastikan kehalalan rezeki yg didapat ini. Ada saran gan untuk menemukan solusi ini -maksudnya agar ane yakin dan tak merasa berdosa ketika rewrite-?
     
  17. candroid

    candroid Super Hero

    Joined:
    Jun 9, 2014
    Messages:
    1,027
    Likes Received:
    77
    Location:
    Yogyakarta
    Ikut nimbrung aja gan.. ane ga ngerti mslh hukum. Klo suruh ksi sumber satu2, trus yg maen wall paper bisa kriting tuh owner nya nulis satu2.. hehe. Maap klo salah..

    Sent from my SM-N900 using Tapatalk
     
  18. JimmyReviansyah

    JimmyReviansyah Banned

    Joined:
    Aug 25, 2014
    Messages:
    209
    Likes Received:
    2
    Location:
    bogor
    kayaknya kalau rewrite gak melanggar hak cipta deh gan, kecuali copas abis :D apalagi rewrite nya dari 2 sumber dan dirubah struktur nya :D
     
  19. belonomi

    belonomi Ads.id Pro

    Joined:
    Mar 23, 2015
    Messages:
    338
    Likes Received:
    30
    Location:
    Pemalang
    Insya Allah halal gan, karena kita memang enggak melanggar norma hukum dan melanggar norma agama. Tapi seperti yang ane bilang tadi, kecuali kalo si penulis originalnya memang melakukan komplain kepada agan, ada baiknya mending dihapus saja kontennya, tapi harus benar-benar dibuktikan kalo yang komplain itu memang penulis originalnya.

    Sebab menurut logika ane, kalo ada orang yang berbagi ilmu atau informasi yang bermanfaat terus kemudian dia komplain ilmu dan info itu dibagikan kembali kepada orang lain, maka dia tidak ikhlas dalam membagi ilmunya, daripada nantinya timbul penyakit hati (dendam, benci, fitnah, dll), alangkah lebih baik kita menghapus konten tersebut.
     
  20. sansansan

    sansansan Full Time Blogger

    Joined:
    Dec 24, 2013
    Messages:
    592
    Likes Received:
    129
    Location:
    Hati yang Terdalam
    Iya gan, penghasilannya aja belum tentu, eh malah kerepotan. Tapi yg saya bahas disini bukan ngasih sumbernya, kalo menurut ane ngasih sumber gak terlalu sulit. Yang sulit itu minta izinnya gan, soalnya belum tentu direspon. Kalaupun direspon kadang juga lama bingit.

    Emang nggak termasuk gan, asalkan nyantumin sumber. Tapi ane bingung soal perizinannya, kira-kira izin penulis aslinya itu perlu nggak?

    Iya gan, bener banget. Kalau sampai komplain, berarti dia menyembunyikan ilmu. Kecuali kalau memang ilmu itu dijual -seperti dalam bentuk ebook berbayar dg ketentuan dilarang menyebarkan misalnya-, kalao komplain mah saya rasa itu wajar, dan yang rewrite itu yang gak berperasaan.

    Kalau mengacu kepada agama lagi nih, orang yang menyembunyikan ilmu itu malah tak diperbolehkan. Ada hadistnya juga:

     
    Last edited: Aug 10, 2015

Share This Page