1. Halo Guest, pastikan Anda selalu menaati peraturan forum sebelum mengirimkan post atau thread baru.

Cara Memenangkan Kontes Affiliate 21 X Tanpa Iklan..

Discussion in 'Affiliate Program' started by pulungagung, Oct 1, 2018.

  1. pulungagung

    pulungagung Hero

    Joined:
    Nov 17, 2014
    Messages:
    611
    Likes Received:
    125
    Siapa sih yang jago banget jualan produk affiliate sampai bisa juara kontes affiliate 21 x ? Yang jelas bukan saya tetapi dari cacatan yang saya tumpahkan disini kita bisa belajar cara mempromosikan produk affiliate dengan tepat , cepat dan yang jelas pasti laku-ne apalagi tanpa iklan hanya bermodal sosial media. Dia adalah Dewa Eka Prayoga.. orang biasa mengenalnya sebagai Dewa Selling...

    Tahun 2012 , bang dewa eka prayoga ditipu oleh rekan bisnisnya dengan membawa kabur uang nya sebesar 7,7 Milyar , nominal yang sangat besar sekali untuk orang biasa , Apalagi umur beliau saat itu baru 21 tahun , masih muda. Luar biasa sangat .. hehehe .

    Usut punya usut , saat itu Kang Dewa diajak temannya untuk investasi bermodus pengadaan computer untuk perkantoran. Sekitar delapan bulan dia mendapatkan manfaat dari investasi tersebut , sampai pada akhirnya Kang Dewa tahu , ternyata investasi tersebut bodong alias bohong bohongan. Teman yang mengajak investasi tadi melarikan diri , dan akhirnya kang dewa-lah yang harus menerima resiko dikejar-kejar oleh investor , yang jumlahnya tidak sedikit. Sampai –sampai , terror pun dia dapatkan ke ibu, istri dan keluarganya. Bahkan , ada yang sempat akan membakar rumah orangtua Dewa di Sukabumi jika bang dewa tidak segera melunasi utangnya.

    Dengan keadaan kepepet tersebut mau tidak mau kang dewa harus melakukan sesuatu, selang beberapa tahun kemudian Kang Dewa sudah mampu bangkit kembali dengan membangun beberapa kerajaan bisnisnya kembali , seperti Billionaire , Maxima Advertising , dll. Total ada 10 perusahaan yang Kang Eka kelola.

    Sebelumnya , awal mulanya kebangkitan bisnisnya dimulai dari secara kebetulan beliau bertemu dengan pengusaha bernama Heppy Trenggono dalam sebuah training. Kang Dewa terinspirasi dari kisah hidup Pak Heppy Trenggono yang pernah juga bangkrut dalam bisnisnya , dan mendengarkan cerita inspiratif tersebut membuat Kang Dewa termotivasi kembali untuk bangun dan menyelesaikan masalahnya tersebut.

    Dengan kembalinya semangat bang Dewa tersebut. Akhirnya , kang Dewa mencoba menjual kembali bukunya , tetapi dengan judul dan konten yang berbeda. Hal ini adalah awal beliau menulis buku keduanya. Dan hasilnya , dari buku keduanya ini bang Dewa bisa menjual lebih 10 ribu eksemplar , lebih dari penjualan buku sebelumnya dan selain itu buku tersebut telah melalui cetak ulang sampai empat kali. Kunci sukses penjualan buku yang dilakukan oleh kang Dewa yaitu beliau memiliki konsep dengan menjual produknya melalui sistem reseller dan tidak dijual lewat toko buku besar. Dari kunci sukses ini , beliau sering diundang ke acara seminar atau workshop bisnis dan motivasi sebagai pematerinya ke berbagai wilayah di Indonesia.

    Sampai sekarang beliau masih laris diundang ke berbagai acara seminar bisnis. Hal yang sangat unik dan luar biasa dengan semua buku yang ditulis Bang Dewa adalah Semua harga buku-bukunya berkisar antara harga 150 – 250 ribu , dua kali lipat dengan harga buku dipasaran. Eeiittss.. jangan salah, jika kalian pernah baca buku bang Dewa , isinya semuanya “ Daging ” hehehe... Ngak tahu maksudnya saya, arti dari “ Daging ” dalam bahasa bisnis maksudnya semua tulisan dalam buku dari bang Dewa itu , semuanya isinya bermanfaat karena berisi tentang pengalaman langsung , hasil praktek kegagalan Kang Dewa , Tips dan ilmu yang dibagikan Kang Dewa. Jadi tidak hanya sebuah teori yang ditulis sembarangan saja. Begitu . . .

    Ibu dan istrinya tidak bekerja, jadi sebagai satu-satunya laki-laki di keluarga tersebut, kang Dewa Eka Prayoga berjuang sendiri untuk mendapatkan penghasilan kembali. Hingga akhirnya kang Dewa bisa bangkit dan sedang memimpin beberapa bisnis sekaligus seperti Noura property , Delta Saputra (Penerbitan), Billionaire Coach, Maxima Advertising yang semuanya dibawah naungan Billionaire Coorporation.


    Awal mula kebangkitan Kang Dewa Eka Prayoga

    Dewa Eka Prayoga bangkit kembali dari keputusasaannya setelah bertemu dengan Pak Heppy Trenggono yang merupakan seorang pengusaha juga. Beliau akhirnya bercerita bahwa pernah merasakan kebangkrutan juga dalam berbisnis.

    Kang Dewa Eka Prayoga yang mendengarkan cerita pengusaha sawit dan alat berat itu akhirnya seakan mendapatkan semangat kembali. Orang lain yang sudah mengalami kerugian saja bisa bangkit, lalu kenapa saya tidak? Itu pemikirannya.

    Setelah itu Kang Dewa Eka Prayoga bangkit dan sejumlah teman sesama pengusaha menyarankan untuk menuliskan buku pengalaman kegagalan bisnis tersebut ke dalam sebuah buku. Hanya dalam kurun waktu 2 bulan saja, naskah buku berjudul “7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula” rampung.

    Akhirnya buku tersebut diterbitkan pada Juni 2013, buku yang merupakan karya kedua dari kang Dewa Eka Prayoga tersebut laku keras. Bahkan buku pertamanya yang berhubungan dengan motivasi juga dengan judul “How to Get the Future” juga booming.

    Kang Dewa Eka Prayoga lebih memilih menjual buku tersebut melalui penerbitan dan distribusi indie, meskipun begitu ada banyak orderan yang masuk. Buku tersebut dijual secara pre-order lewat media sosial dan jaringan pertemanan sesama entrepreneur.

    Insting berjualan yang tumbuh sejak lama membuat Kang Dewa Eka Prayoga berhasil mendatangkan banyak pembeli melalui penjualan buku pre-order tersebut. Pengusaha muda yang satu ini sekarang sudah memiliki banyak bisnis yang sudah maju.

    Belajar dari kesalahan yang pernah dimilikinya, membuat Kang Dewa Eka Prayoga akhirnya mampu mengembangkan bisnisnya. Sepertinya semangat Kang Dewa ini perlu dicontoh oleh banyak pengusaha agar mampu menjalankan bisnis dengan baik.

    Tidak ada salahnya untuk anda yang seorang pebisnis pemula juga belajar tentang bagaimana menjalankan bisnis agar terhindar dari kesalahan pebisnis pemula. Kesalahan kecil sekalipun akhirnya bisa membuat sebuah perusahaan bangkrut, karena itulah anda perlu belajar 7 kesalahan pebisnis pemula dari buku yang diterbitkan kang Dewa Eka Prayoga ini.

    Setidaknya jangan melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya, karena itulah sebelum anda melakukan kesalahan sebaiknya membaca dulu tips berbisnis dari Kang Dewa ini. Dapatkan pengalaman dari orang lain juga, jadi tidak perlu anda sendiri yang mengalaminya, terima kasih.

    Continue to Next Post ...
     
    destin.anggraini likes this.
  2. pulungagung

    pulungagung Hero

    Joined:
    Nov 17, 2014
    Messages:
    611
    Likes Received:
    125
    Studi Kasus: Bagaimana Dewa Eka Prayoga Menjuarai

    Menjadi Affiliate Marketer bisa dibilang suatu profesi Bisnis yang tidak begitu sulit, namun juga tidak mudah juga. Dengan bermodalkan akun social-media apapun mulai dari Facebook, twitter, g+, hingga aplikasi mobile messenger seperti WhatsApp, BBM, LINE dan sebagainya Anda sudah bisa menjadi salah satu affiliate marketer.

    Untuk anda yang baru awam mengenal istilah affiliate marketer, profesi ini merupakan salah satu profesi menjualkan produk orang lain yang biasanya berbentuk digital (e-book, software, video e-course dan lain-lain) melalu channel social-media mereka masing-masing dengan url unik.

    Strategi Jitu Affiliate Marketer Pemula Dewa Eka Prayoga
    Dalam tulisan ini Dewa memberikan studi kasus bagaimana ia mencoba untuk masuk ke dunia affiliate. Hebatnya, walau masih pemula, kang Dewa langsung menjuarai Kontes Affiliate tersebut tanpa iklan Rp. 1 – pun, hanya bermodal gratisan social media khususnya facebook.

    Anda penasaran bagaimana Kang Dewa merajai kontenya? Simak notes-nya berikut ini. [​IMG]
    Entah kapan tepatnya, Saya benar-benar lupa, tapi Saya baru masuk dunia Affiliate Marketing sekitar bulan Februari 2015.

    Berawal dari punishment yang harus Saya jalani karena nggak bisa twitteran selama 3 bulan, akhirnya Saya mulai fesbukan dan mengenal istilah Affiliate Marketing dari beberapa suhu dan mastah di dunia facebook [​IMG]^_^ hehe
    Artinya, Saya terbilang orang baru di dunia Affiliate Marketing ini. Mungkin sebagian dari Anda ada yang sudah bergelut dalam dunia Affiliate Marketing sejak lama, atau mungkin justru seperti Saya, baru mau terjun disini, atau malah sebaliknya: nggak pernah sama sekali….

    Apapun kondisi dan pemahaman Anda sekarang tentang Affiliate Marketing, itu tidak penting. Yang terpenting, Anda terus belajar dari hari ke hari agar penghasilannya terus bertambah, penjualannya semakin meningkat, dan komisinya semakin: WAH!

    Semakin Anda baca tulisan ini, menunjukkan bahwa Anda sangat penasaran dengan rahasia affiliate marketing Saya…
    Sebelum kita mulai, mari Saya jelaskan sekilas tentang apa itu #AffiliateMarketing?

    Affiliate Marketing adalah suatu sistem pemasaran dengan menggunakan internet, dimana si pembuat produk memberikan komisi kepada affiliate (makelar) jika berhasil mengajak orang untuk beli produknya.

    Artinya, mereka pelaku affiliate marketing disebut dengan Affiliate Marketer.

    Kenapa Saya mencoba menggeluti dunia Affiliate Marketing?
    Selain karena hobi Saya “ngulik”, tentu passion Saya adalah jualan. No Selling, Dying!
    Sehingga ketika menemukan sebuah peluang baru yang sekiranya akan memberikan penghasilan, kenapa harus Saya biarkan? Tentu pasti Saya ambil dan gunakan sebaik mungkin.

    Ini persis jika seandainya saat ini Anda bingung mau bisnis apa… Saran Saya, fokus jualan dulu aja. Kalau jualan offline, namanya reseller. Kalau jualan online, namanya affiliate.

    Dan setelah Saya pikir-pikir, ada banyak keuntungan jika Anda memutuskan menjadi seorang affiliate marketer, diantaranya:
    • Tidak perlu buat produk sendiri
    • Tidak perlu stok barang
    • Tidak perlu packing-packing kirim orderan
    • Tidak perlu customer support, karena vendor sudah siapkan
    • Tidak perlu karyawan
    • Tidak perlu modal
    • Bisa dikerjakan sambilan / sampingan
    • Bisa dikerjakan dimana saja
    • Bisa hasilkan earning (penghasilan) tak terbatas
    • …dan masih banyak lagi.

    Mungkin saat Saya menulis catatan ini, ada sebagian yang tercerahkan, ada sebagian orang yang kebingungan, ada sebagian orang yang menertawakan, dan sebagainya… terserah, tujuan Saya menulis study case ini hanya satu: Anda bisa belajar. Titik!
    Karena semakin banyak belajar, semakin banyak menghasilkan.

    LEARN…. BEFORE YOU EARN.
    Baiklah, tanpa perlu panjang lebar lagi, yuk kita “bongkar” rahasianya…

    Alhamdulillah… [​IMG] Izin Allah SWT

    *&^ APA SEBENARNYA RAHASIANYA? ~%$#

    Banyak orang penasaran, apa sih sebenarnya rahasia Saya kok bisa jadi juara affiliate selama 21 x berturut-turut, padahal masih nubie? Anda mungkin salah satunya… karena dengan bertahannya Anda tetap masih membaca kalimat ini pun, menunjukkan bahwa Anda pun penasaran. hehehe
    Just info, dengan izin Allah, alhamdulillah Saya berhasil memenangkan kontes juara 1 affiliate untuk penjualan produk digitalnya Mas Handoko Tantra, yaitu Landing Page Domination, dan produk digitalnya Mas Yudhis Adi Nugroho, yaitu The Graph (versi 2.0 dan 3.0).
    Alhasil, dari hasil penjualan produk digital tersebut, total komisi yang dapatkan lebih dari 155 juta, hanya dalam hitungan hari saja (tidak lebih dari 2 minggu), bahkan tanpa iklan 1 rupiah pun (Artinya, semua komisi jadi net profit dan penghasilan semua). Sekali lagi: ALHAMDULILLAH…. [​IMG]
    Lantas, apa sebenarnya rahasianya?

    #@$% Inilah rahasia Saya yang sebenarnya… %@$#

    Pertama, Pelajari Product Knowledge secara Mendalam.
    Saya berusaha untuk hanya menjual -sekali lagi: HANYA MENJUAL- produk yang benar-benar Saya yakini itu punya value dan benefit lebih dibandingkan produk lainnya yang biasa-biasa saja.

    Saya tidak akan asal jual produk, dan Saya tidak terbiasa melakukannya. Karena ini soal “energi” jualan yang akan menentukan hasil penjualan. Tak hanya itu, ini pun terkait dengan reputasi. Kalau produknya jelek, reputasi penjual pun bisa ikut-ikutan ancur. Karenanya, pastikan jual produk yang benar-benar bagus. Dan setelah yakini itu bagus, pelajari product knowledgenya secara mendalam.
    Apa uniknya produk ini?
    Apa manfaat spesifik dari produk ini?
    Apa bedanya produk ini dengan produk lainnya yang sejenis?
    Siapa yang butuh produk ini?
    dan seterusnya.
    Intinya, kita harus pahami “apa sebenarnya produk yang ingin kita jual”. Sampah, atau Berlian? Murahan, atau Bernilai? Jelek, atau Bagus? dan sejenisnya.
     
    destin.anggraini likes this.
  3. pulungagung

    pulungagung Hero

    Joined:
    Nov 17, 2014
    Messages:
    611
    Likes Received:
    125
    Kedua, Petakan Kekuatan dan Kelemahan Diri Sendiri.

    Jika Anda perhatikan, Saya hanya akan ikut jualan produk affiliate yang ada “KONTES” nya. Kenapa? Karena bagi Saya itu cukup menarik dan menantang. Saya suka dengan persaingan, dan Saya ingin sekali melakukannya.
    Nah, saat ikutan kontes, tentu kita akan bersaing dengan para affiliate lain. Artinya, kesuksesan kita ditentukan tidak hanya oleh kita sendiri, tapi juga affliate lain, pesaing kita…
    Itulah kenapa kita harus petakan kekuatan dan kelemahan diri kita sendiri, supaya tahu “apa senjata utama kita dalam memenangkan persaingan”.

    Sebelum mengikuti kontes, Saya harus akui terlebih dahulu… bahwa Saya cukup “gaptek” tentang hal-hal teknis di dunia Internet Marketing. Dan untuk mengantisipasi agar orang tidak komplain di tengah jalan tentang hal itu, karena khawatir Saya tidak bisa jawab pertanyaan mereka yang menanyakan hal-hal teknis, maka Saya mem-preframe diri dari awal bahwa Saya: GAPTEK. Walaupun sebenarnya Saya nggak gaptek-gaptek amat, tapi ini adalah cara Saya agar Saya nggak terlalu banyak ditanyai soal cara menggunaakan produk yang baru saja mereka beli. Itu capek banget jawabinnya, hehe trik banget, ya… Hihihi… Ini Saya jadikan sebagai kelemahan Saya.

    Antisipasinya, Saya langsung memastikan kepada vendor produk (product creator) bahwa ada tutorial cara penggunaannya, entah itu dalam bentuk video atau tulisan. Sehingga kelemahan Saya ini bisa tertutupi. yes!

    Lalu, apa kekuatan Saya?

    Kekuatan Saya ada pada “Authority” yang melekat pada diri Saya. Saya pribadi sebenarnya tidak menyadarinya, sampai pada akhirnya banyak orang (terutama para Mastah) yang mengatakan, “Enak kalau kang Dewa, punya Auhtority”. yasudah, terimakasih… karena sudah mengingatkan Saya [​IMG] hehe… dan Saya jadikan itu sebagai POWER Saya saat jualan.

    Maka jangan heran, kata-kata dalam Copywriting Saya banyak “bernuansa” authority. Dan orang/pesaing/affiliate lain sulit untuk menyonteknya… Walaupun secara pribadi Saya paling “enek” pengen nonjok ke mereka yang bilang dan memaklumi bahwa Saya menggunakan Authority. Saya pengen bilang ke dia, “YOUR HEAD!!!” (bacanya pake bahasa jawa ya [​IMG] ). Emangnya bangun authority itu gampang… Itu juga bagian dari strategi kali. Butuh proses…

    Ketiga, Analisa Kekuatan dan Kelemahan Kompetitor (Affiliate Lain).


    Satu hal yang mungkin tidak diketahui oleh banyak orang., sebelum Saya bertanding dalam kontes affiliate, Saya hampir selalu mencatat nama-nama pemain affiliate lainnya yang juga turut ikut mempromosikan produk tersebut. Minimal akan Saya catat 10 pesaing terberat Saya. Saya pelajari cara promosinya dengan cara “kepoin” akun facebooknya dan subscribe emailnya. Apa yang kurang dari mereka, Saya catat. Dan Saya jadikan itu sebagai celah dan senjata saat berpromosi nanti.

    Bahkan, seringkali Saya berpromosi disaat orang lain tidak promosi. Dan tidak berpromosi disaat orang lain promosi. Semua dilakukan setelah Saya mengetahui kekuatan dan kelemahan affiliate lain.

    Ini yang mungkin tidak dilakukan oleh affiliate lain pada umumnya, karena biasanya mereka hanya berpikir tentang diri sendiri. Tak jarang, yang menurutnya salesnya udah gede, padahal baru secuil, karena ternyata yang lain ada yang lebih gede dari dia. Nah, lho…

    Keempat, Pasang Target yang Tinggi.


    Alhasil, setiap kali melakukan sesuatu, pastikan punya target. Termasuk saat mengikuti kontes affiliate seperti ini. Targetnya apa? Cuma jualan doang? Nyari pengalaman? Atau justru untuk Menang? Semuanya mesti ditentukan sejak awal… Salesnya berapa? 10 sales? 100 sales? atau 1000 sales? Berapa tepatnya? Semuanya itu dibuat dari awal, bukan hanya sekedar jualan apa adanya saja, kecuali memang itu targetnya….

    Kuncinya: ngotot terhadap target, fleksibel terhadap strategi.
    Pokoknya, embo piye carane target kudu tercapai…
    Makanya, disaat orang lain bilang, “Wah, bonusnya kang Dewa Gendeng!”, “Gila, copywrirtingnya edan!’, dan lain-lain… nah itu hanya bagian dari strategi saja. Ingat, APAPUN CARANYA, selama itu halal dilakukan dan tidak melanggar aturan, maka lakukanlah….

    Target Saya saat menjual LDP adalah 50 sales saja, nggak gede-gede. Maklum, masih nubie. Dan alhamdulillah, tercapai…. [​IMG] bahkan: MELAMPAUI TARGET, karena Saya mampu mencapai 62 sales.

    Target Saya saat menjual TG2 adalah 275 sales, pengen dapat iPhone. Hehe [​IMG] maklum, Saya waktu itu belum pake iPhone. Dan alhamdulillah, target tercapai…. bahkan: TERLAMPAUI. Karena Saya mampu mencapai 286 sales. Dan akhirnya dapat iPhone. Horeeeeee!! [​IMG]

    Target Sata saat menjual TG3 sebenarnya 375 sales. Saya sudah menghitung berapa komisi Saya setelah capai angka sales tersebut. Hanya saja, sambil berjalan, Mas Yudhis Adi Nugroho (vendor produk) berhasil mengkompori Saya untuk terus genjot sampai titik darah penghabisan. Lebaynya begitu. Sehingga yang awalnya target cuma 375 sales, Saya naikkan jadi 500 sales. Karena mas Yudhis menjanjikan Hadiah: UMROH VIP jika bisa mencapai angka sales segitu dan Alhamdulillah.. Akhirnya Saya mampu mencapainya, karena sales Saya tembus 520 sales. yes! MELAMPAUI TARGET (lagi)….

    Kelima, Miliki Alasan yang Kuat.

    Saat jadi affiliate dan ikut kontes, Saya selalu memiliki alasan yang kuat kenapa Saya melakukannya…
    Seperti yang tadi Saya bilang, selain benefit yang diberikan dari produknya, tentu Saya pun harus memikirkan “apa keuntungan Saya jika Saya mencapat target penjualan yang sudah Saya tetapkan di atas….”.

    Kalau Saya pribadi, jujur hanya untuk seru-seruan ajah. Duit besar Saya bukan dari affiliate, walaupun ternyata kalau diseriusi duitnya gede juga. Hehehe [​IMG] Alhamdulillah…
    Itulah alasan kenapa Saya tidak pernah membranding diri dengan “Affiliate Marketer” atau “Internet Marketer”. Walaupun Saya bisa saja mencantumkannya, tapi Saya memilih untuk tidak melakukannya. Kenapa? Karena ini bukan profesi utama Saya, cuma untuk seru-seruan ajah…
    Namun, kalau Saya hanya memiliki alasan tersebut, maka energi Saya tidak cukup kuat. Maka Saya harus membuat alasan yang lebih bisa menggerakan Saya agar bisa capai target. Dan itu adalah soal “HARGA DIRI”. Maksudnya?
    Okelah, duit 155 juta, dapet… iPhohe, dapet.. Umroh VIP, dapet… tapi bukan soal itu. Tapi soal bagaimana Saya bisa membuktikan bahwa ilmu-ilmu penjualan yang Saya share selama ini bukan cuma omong doang, tapi bisa dibuktikan. Dan Saya sudah membuktikannya….

    Karena banyak banget orang di luar sana yang ngomongin dan bagiin ilmu2 jualan, tapi dianya sendiri nggak jago-jago amat jualannya. Kan, malu….. OMDO.

    Keenam, Persiapkan Penawaran yang Sulit Ditolak

    Disini kita akan bahas soal, “Kenapa Saya harus beli dari Anda, bukan affiliate lain?” Maka kita harus membuat strategi dan menyusun penawaran yang sulit ditolak.
    Banyak orang hanya mengandalkan BONUS, sehingga akhirnya yang terjadi adalah perang bonus. Dan bonus yang diberikan pun mirip-mirip. Kalau nggak: bonus ebook, bonus tools, atau bonus APAPUN itu yang nilainya tinggi tapi HPP-nya rendah, bahkan nggak ada.

    Maka Saya harus berpikir berbeda dari mereka…
    Di LDP, Saya berikan vocher diskon pembelian buku-buku Saya. Ini tentu menguntungkan Saya. karena akan terjadi pembelian produk berikutnya hehe…

    Di TG2, Saya berikan bonus masuk ke Grup WA khusus dan Saya promote akun facebooknya. Dan mereka antusias menginginkannya…

    DI TG3, Saya berikan mentoring khusus via Facebook dan membagikan tools-tools coaching yang selama ini belum pernah Saya bagikan. Dan Anda pun tertarik mendapatkannya….

    Ketujuh, Kontrol Konversi Harian.

    Setiap hari, Saya selalu mencatat berapa jumlah konversi/sales Saya. Dan Saya selalu mengukur hal tersebut. Copywriting mana yang bagus, gulung… Copywriting mana yang jelek, ganti…. dan seterusnya.
    Intinya, Saya harus memastikan angka closing harian Saya mendekatkan Saya pada target yang sudah ditetapkan di awal. Kalau di tengah jalan angka closingnya terlalu rendah, Saya harus buru-buru mengubah strategi agar targetnya bisa tercapai.

    Itulah 7 Rahasia Sukses Affiliate Marketing untuk Nubie dan Rahasia Kenapa Saya Juara 1 Affiliate 21x Berturut-turut Tanpa Iklan 1 Rupiah Pun…

    Dan sebenarnya Saya belum ceritakan kepada Anda bahwa masih ada 7 rahasia lebih yang bakalan buat Anda semakin “tercengang” untuk mendongkrak sales affiliate Anda, temukan di buku terbaru Kang Eka Prayoga , Main Facebook
     
    destin.anggraini likes this.
  4. destin.anggraini

    destin.anggraini AdSense Pro

    Joined:
    Jul 23, 2016
    Messages:
    408
    Likes Received:
    91
    Location:
    Indonesia
    Bermanfaat sangat... Like pencet
     

Share This Page